Kamis, 06 Desember 2018

MABOK DURIAN TIPTOP


Salah satu oleh-oleh perjalanan dinas dari Biak adalah Cerita Durian. 
Tim kami menyebut durian paling enak di dunia ini sebagai Durian Tiptop. Kenapa menyebutnya sebagai durian Tiptop?? Karena di lokasi bernama Tiptop itulah kami bisa menikmati buah surga ini. 

Rabu, 05 Desember 2018

NAIK GUNUNG DI SULAWESI

 
 Setelah berpuluh-puluh tahun menekuni dunia pergunungan, akhirnya kesampaian juga menginjakkan kaki di salah satu gunung di Sulawesi, yaitu Bawakaraeng. 
(*pembukaan yang agak lebayy…*).


Tepatnya satu tahun yang lalu, Agustus 2017, saat saya sedang patah hati…. (lho……)


Maksudnya pada bulan itu, akhir Agustus 2017 saya diajak senior di Kantor untuk kembali berpetualang di Gunung. Saya diajak naik Gunung di Pulau Sulawesi, kesempatan yang memang saya tunggu-tunggu. Sebenarnya ada dua Gunung menarik yang ada di Makassar, yaitu Gunung Latimojong dan Gunung Bawakaraeng. Gunung Latimojong dengan ketinggian 3.478 mpdl sementara Bawakaraeng dengan ketinggian 2845 mpdl. Bisa dapat summit sebenarnya ya kalau ke Latimojong, namun karena senior saya sudah pernah naik ke Latimojong dan kali ini maunya naik ke Bawakaraeng ya sudah…ikut aja.

Jumat, 08 April 2016

Damai Sejahtera

Banyak yang ditawarkan Dunia
tapi aku memilih kasihMu
aku memilih untuk tetap tinggal dalam kehendakMu
karena di tempat ini aku mendapatkan anugrah yang paling berharga
yaitu : Damai Sejahtera

dan yang aku tahu, hanya ada satu sumber Damai Sejahtera itu
yaitu. Engkau, Bapa.

Jadi jikapun Engkau bertanya kepadaku
apa yang ingin aku minta dariMu
maka aku meminta: kehendakMu
aku meminta kehendakMu terjadi atas hidupku.

i love You, Lord.

Jumat, 24 Juli 2015

"Penderitaan Yang Tidak Perlu"

Sebelum memulai pertempuran penting, kesatria cahaya bertanya pada dirinya sendiri, "Seberapa jauh aku telah mengasah dan mengembangkan kemampuan-kemampuanku?"
Dia tahu bahwa dia belajar sesuatu dari setiap pertempuran, namun banyak dari pelajaran tersebut menimbulkan penderitaan yang tidak perlu. Lebih dari sekali dia telah membuang-buang waktu dengan bertempur demi sebuah dusta. Dan dia pernah menanggung penderitaan demi orang-orang yang tidak layak mendapatkan cintanya.
Para pemenang tak pernah melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kali. Itulah sebabnya sang kesatria hanya mempertaruhkan hatinya untuk hal-hal yang memang layak diperjuangkan.

-Paulo Coelho-

KeSatria Cahaya

Kesatria cahaya tahu, banyak hal yang patut disyukurinya.
Dalam perjuangannya dia dibantu para malaikat; kekuatan surgawi menempatkan tiap hal pada tempatnya, sehingga dapatlah dia memberikan yang terbaik dari dirinya.
Sahabat-sahabatnya berkata, "Beruntunglah dia!"
Dan memang, sang kesatria kadangkala dapat mencapai hal-hal yang jauh di atas kemampuannya.
Itu sebabnya, ketika senja tiba, dia berlutut dan memanjatkan ucapan syukur kepada Jubah Pelindung yang telah melingkupinya.
Namun demikian, luapan rasa syukurnya tidak hanya diperuntukkan bagi dunia spiritual; dia tak pernah melupakan teman-temannya, sebab darah mereka telah menyatu dengan darahnya di medan pertempuran.
Kesatria cahaya tak perlu diingatkan akan pertolongan yang telah diterimanya dari orang-orang lain; dialah yang pertama-tama mengingatnya, dan dia tak lupa berbagi semua ganjaran yang diterimanya dengan mereka.

-Paulo Coelho-

Selasa, 21 Juli 2015

Pulau Harapan, Memanjakan Mata di Jakarta



Tahun ini cuma dapat libur lebaran 2 hari. Dan sepertinya sayang kalau hanya digunakan tidur-tiduran aja di kos. Maka berangkatlah saya menuju Pulau Harapan. Salah satu pulau di kepulauan seribu.


Sabtu, 18 Juli 2015

Tak Mudah Patah


Hidup yang kering akan mudah terombang ambingkan. Akan mudah patah. Akan mudah terbakar.
Maka jangan biarkan hidup kita kering.
Siramilah jiwa kita.
Dengan kesejukan firmanNya.
Jadi seperti kapas yang larut dalam FirmanNya, menyerap air kehidupan dan mengizinkan jiwa kita bersatu bersama Tuhan.
Jadi sebuah pohon yang berakar dalam FirmanNya,
Hidup dengan Firman  (air kehidupanNya),
Bertumbuh karena FirmanNya,
Dengan Akar yang makin Kuat, maka akan diperbesar juga kapasitas kita menyerap air (FirmanNya)
Maka kehidupan kita akan tumbuh dengan baik.
Maka kehidupan kita akan berbuah baik.
Tidak mudah goyah, Tidak Mudah Patah dan Tidak Mudah Terbakar.

Stay cool... have a wonderful life in Christ

Biasanya

Biasanya, setelah melewati jalan yang terjal seseorang akan menemukan pemandangan yang menakjubkan.

Biasanya, gesekan antara kerang dan pasir di dalamnya akan menghasilkan mutiara yang indah.

Biasanya, besi yang dibakar dan ditempa akan menjadi besi yang lebih kuat.

Biasanya...

Namun semua terserah padaMu Tuhan,,
akan Kau jadikan aku seperti apa, terserah padaMu. Karena 100 persen aku milikMu. 

Selasa, 14 Juli 2015

Tuhan Punya Waktu Terbaik

Aku masih berjuang saat ini. Namun sepertinya aku sendiri tidak suka dengan kata berjuang. Aku lebih menikmati ini semua sebagai sebuah proses. Sebuah proses menuju ”Iman bahwa Tuhan Punya Waktu Terbaik” dan juga sebuah proses menuju ”Waktu Terbaik” itu sendiri.

Proses yang harus aku jalani.
Yang harus aku isi sendiri dengan melakukan setiap hal yang membangun diriku dan membawa aku semakin berkenan bagiNya.

Aku sendiri telah menerima banyak ”Waktu Terbaik” dari Tuhan.

Waktu terbaik saat seseorang yang aku cintai sejak waktu yang lama, datang dan mengatakan kata-kata yang memang aku harapkan. (aku tetap menganggap itu waktu terbaik, meski saat ini kami tidak berproses bersama)

Waktu terbaik ketika aku diterima sebagai CPNS. (Anugrah besar yang sebelumnya tidak pernah aku pikirkan).

Melalui waktu-waktu terbaik yang sudah Tuhan jadikan dalam hidupku, aku makin mengimani bahwa ”Tuhan punya waktu terbaik”. Bahkan untuk hal-hal yang tidak pernah kita rencanakan. Aku mengimani bahwa Tuhan merencanakan yang terbaik bagiku.

Dan tentu saja, masih banyak lagi ”Waktu Terbaik” yang akan Tuhan jadikan dalam hidupku.

Aku tidak tahu kapan ”Waktu Terbaik” itu akan datang lagi. Kadang memang aku tidak sabar menantinya. Dalam penantian ”Waktu Terbaik” ini kadang aku lemah. Lemah oleh kedaginganku, lemah oleh segala iming-iming indahnya dunia (ini manusiawi...hihi) bahkan juga aku sering kali merasa dilemahkan oleh orang-orang terdekat.

”Usaha...action!!!” ”Jangan hanya menunggu...”

Kadang aku tidak bisa membantah ungkapan-ungkapan itu. Mungkin mereka menganggapku kurang berusaha.

Ya mungkin aku kurang berusaha.Jika memang iya benar aku kurang berusaha, aku berdoa semoga Tuhan segera mengubahkan sikapku, sikap hatiku.

Bagiku sendiri, hanya satu usaha yang bisa aku lakukan. Aku berusaha tahu kehendak Tuhan, aku berusaha hidup semakin berkenan kepadaNya. Ya satu-satunya usahaku adalah berdoa.

Mungkin bagi mereka doa saja tidak cukup. Tapi sungguh bagiku itu cukup.

Aku cukup merasakan damai sejahtera dengan setiap usahaku mendekat kepadaNya. Dalam setiap usahaku itu aku menemukan sukacita dan kekuatan.

Ya, itu disitu aku temukan sukacita dan kekuatan. Sebuah anugrah yang tidak aku temukan saat aku melalukan usaha yang lain.

Mungkin...memang belum waktuNya aku untuk melakukan usaha itu. Sehingga ia tidak memberiku damai sejahtera ketika aku melakukan usaha yang lain.

Ya. Saat ini damai sejahtera itu hanya aku temukan ada di dalam doa. Bukan dalam usaha yang lain......”dalam doa untukmu”

Jika aku tidak berusaha mengejar ”Waktu Terbaik” bukan berarti aku tak melakukan apapun.

Aku mengisi penantian ”Waktu Terbaik” dengan melakukan setiap hal yang membangun. Membangun diriku, lingkunganku, keluargaku, imanku, pekerjaanku, persahabatanku.

Aku mengimani bahwa ”Waktu Terbaik” adalah anugrah Tuhan. Itu bukan hasil usahaku.

”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” Efesus 2:8

Senin, 06 Juli 2015

Damai Sejahtera



Dulu aku pernah berkata kepada sahabatku..
Aku hanya ingin bahagia...
Tapi kenapa aku saat ini tidak bahagia?
Orang bilang bahagia itu bisa dibuat, tapi kenapa saat ini aku tidak bisa membuatnya.

Kemudian ia menjawab
”Kebahagiaan itu dibuat sepaket dengan kesedihan”

Ya benar sekali, aku sedih saat itu.
Aku sedih dengan keadaanku.
Aku sudah berusaha menerima keadaan itu, agar aku bahagia
Tapi tidak bisa, aku tetap sedih,

Kemudian aku terus berusaha mencari kebahagiaan itu
Aku membohongi kesedihan dengan aku berpura-pura bahagia

Dalam perjalanan membohongi kesedihan
Aku pun berdoa meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan yang benar-benar bahagia,

Kenyataannya permohonanku tidak dikabulkanNya
Keadaanku tidak berubah, aku menyedihkan,
Ya aku menyedihkan dimata orang lain
Ya kadang aku sendiri merasa keadaanku menyedihkan

Namun
Kenyataannya permohonanku dijawabNya,

Temanku benar, memang kebahagiaan diciptakan satu paket dengan kesedihan

Kenyataannya kini Tuhan memberikanku bekal untuk melewati kebahagiaan dan kesedihan ini
Ia melengkapiku dengan ”Damai Sejahtera”
Damai Sejahtera yang melebihi segala akal

Damai Sejahtera Alllah yang melampui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Filipi 4:7



Rabu, 13 Mei 2015

GUNUNG PAPANDAYAN NAN UNIK


Pose dulu di Pos David


Satu lagi, keagungan dan keindahan Bumi Indonesia. Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Papandayan, Jawa Barat memiliki pemandangan yang mengagumkan.
Pendakian di Gunung Papandayan dimulai dari Pos David, Desa Papandayan. Dari Pos David menuju Puncak Gunung ada beberapa Pos Pendakian/Camping Ground yang bisa digunakan untuk istirahat sementara atau mendirikan tenda untuk bermalam. 

Rabu, 11 Februari 2015

BRIDA-PAULO COELHO



Judul : Brida

Halaman : 231

Penulis : Paulo Coelho

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama



BRIDA

Wanita 20 tahun yang dikisahkan Paulo Coelho dalam bukunya yang berjudul “Brida” memiliki pertanyaan yang paling penting dalam hidup. Pertanyaan yang mungkin juga ditanyakan oleh sebagian besar pelaku kehidupan yang berakal logika. “Apa yang kau cari dalam kehidupan ini.”

Minggu, 25 Januari 2015

Kampung Batik Jarum



Kampung Batik. Ada beberapa wilayah yang sudah memiliki predikat Kampung Batik. Di Solo ada Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Namun selain Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Klaten juga memiliki Kampung Batik Sendiri. Kampung Batik yang ada di Klaten ini berada di lereng Gunung Kidul. 

Kamis, 22 Januari 2015

KEMILAU KARANG-KARANG TANJUNG LAYAR



Kemilau di Pantai Tanjung Layar adalah pantulan sinar matahari pagi yang menerpa lumut dan kubangan air di Sela-sela Karang. Pemandangan ini tidak akan bisa kita nikmati jika kita datang terlambat. Ya, kilau hijau segar Pantai Tanjung Layar ini hanya bisa kita nikmati di pagi air, sebelum air di Pantai ini pasang. Saat air pantai pasang, air laut yang naik ke Pantai ini akan menyembunyikan kubangan dan lumut-lumut itu di bawah deburan ombak.

Kamis, 15 Januari 2015

WISATA AIR DI KLATEN



Klaten, Kota kecil di antara dua Kota Besar, Solo dan Yogya. Tak bisa dipungkiri lagi, Yogya adalah salah satu Kota Destinasi Wisata paling ramai di Indonesia, Demikian juga Solo yang juga terkenal dengan wisata kulinernya.
Namun bagi yang ingin singgah di Klaten, sebenarnya kota kecil ini menyuguhkan pengalaman wisata yang unik. Bagaimana tidak, Kota dengan slogan Bersinar ini memiliki potensi alam yang luar biasa. Hampir sebagian besar daerah di Klaten memiliki potensi alam atau kerajinan yang sangat menarik untuk di kunjungi. 

Kamis, 08 Januari 2015

PENDAKIAN GUNUNG SEMERU

 

Getting to the top is optional. Getting down is mandatory
-- Ed Viesturs --

  

Puncak tertinggi Gunung Semeru adalah Mahameru, yang ada pada ketinggian 3.676 Mdpl. Sedangkan pendakian Gunung Semeru sendiri di mulai pada ketinggian 2.100 Mdpl di daerah Ranu Pani. Di Ranu Pani inilah para pendaki  mulai melakukan tracking untuk bisa ke Mahameru. Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang adalah titik terakhir kendaraan yang bisa mengangkut pendaki. Untuk bisa mencapai Ranu Pani, pendaki bisa menggunakan jeep atau truk.

Jumat, 26 Desember 2014

KEELOKAN KAKI MERAPI



 

Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten berada di lereng timur Gunung Merapi. Dengan pemadangannya yang hijau setelah pulih dari bencana erupsi Merapi tahun 2010 lalu, Desa ini sangat nyaman dan tenang. Udara yang sangat segar tanpa polusi membuat Desa ini sangat tepat untuk sejenak melepas lelah.

Jumat, 19 Desember 2014

Cerita Anak Gimbal di Dieng



 

Namanya Nafis. Umurnya baru dua tahun. Ada permintaannya yang harus segera dikabulkan. Permintaan gadis kecil dari pegunungan Dieng ini hanya sederhana. Ia minta dibelikan ”Es Krim”. Permintaan yang sangat wajar untuk semua anak kecil. Namun ada yang spesial dari Nafis. Nafis adalah Anak Bajang. Ia memiliki rambut Gimbal.

Anak dengan rambut gimbal ini ada beberapa di Dataran Tinggi Dieng ini. Bukan karena sengaja digimbal seperti aliran Rasta/Reage atau karena tidak pernah mencuci rambut. Anak-anak dengan rambut gimbal ini adalah salah satu wujud kearifan lokal yang berada di Dieng. Selain alamnya yang benar-benar indah, hingga sering disebut Negeri di Atas Awan, Anak-anak dengan rambut gimbal adalah daya tarik sendiri yang ada di daerah ini.

Carica?? Ya Dieng!!


“Sebutkan Makanan Khas asli Wonosobo???” Ungkap mbak Ratri saat memberikan kuis untuk peserta Fam Tour Jawa Tengah  atau #FamTripJateng yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah. Langsung saja semua peserta berceletuk. ”Mi Ongklok”, ”Carica”, ”Purwaceng”. Tentu saja semua bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena saat itu kami, peserta Fam Tour juga tengah menantikan sajian Mi Ongklok di Warung Bu Umi. Selain itu kami juga baru saja mengunjungi Pabrik Teh Tambi dan juga salah satu tempat buatan olahan manisan Carica.

Senin, 01 Desember 2014

Kenyamanan Nan Mewah di Mesastila




Kenyamanan. Siapa yang mau menolaknya. Jika ada mungkin hanya sebagian kecil manusia. Sisanya, banyak manusia yang berusaha mencari kenyamanan, bahkan tak sedikit yang mau membayar kenyamanan dengan harga yang malah.  Jika mampu tak ada salahnya membayar kenyamanan itu dengan harga yang mahal.
Kenyamanan ini salah satunya bisa di temukan di MesaStila Resort  and Hotel, Magelang, Jawa Tengah.  Di tengah-tengah kebuh kopi di Desa Losari,  Grabag, Magelang. Berada di daerah pegunungan yang dingin sungguh ada kenyamanan, kedamaian, kesejukan di tempat ini. Jauh dari hiruk-pikuk aktivitas manusia, tempat ini memberikan ketenangan nan syahdu. Hahaha..paling tidak bagi saya. Apa lagi saat berkunjung ke tempat itu, suasananya sedang hujan. Dan saya senang hujan, jadi hujan yang turun bukan suatu halangan untuk menikmati tempat ini. Meski hanya singgah, bukan menginap. Hahaha....